PENGERTIAN TUNE UP
Jumlah kendaraan mobil sampai saat ini terus bertambah. Seiring dengan itu jumlah mobil yang mengalami gangguan juga meningkat. Oleh karena itu jasa pelayanan servis mobil semakin banyak dibutuhkan. Servis pada kendaraan banyak ragamnya, dari servis mesin, servis chasis, servis kelistrikan, maupun servis bodi dan itu masih dapat dibagi – bagi lagi misalnya masalah mesin macamnya adalah overhaul total, overhaul kepala silinder, overhaul karburator,
overhaul distributor, radiator, tune up dan lain – lain.
Salah satu jenis servis yang telah disebut dan untuk selanjutnya menjadi inti bahasan dalam laporan ini adalah servis dengan istilah Tune Up. Tune Up adalah pekerjaan servis ringan mesin untuk mengembalikan tenaga motor sesuai standartnya. Istilah tune up sudah menjadi bahasan sehari – hari pada setiap bengkel kendaraan, bahkan selalu terpampang dalam jenis servis yang ditawarkan, karena pekerjaan ini sering kali dibutuhkan dan dilakukan.
Setiap pemilik kendaraan selalu menginginkan kendaraannya menghasilkan daya kerja yang baik pada setiap kondisi pengendaraan, apalagi pada waktu dipakai bepergian jauh atau keluar kota. Oleh karena itu agar motor tetap menghasilkan daya kerja yang maksimum seperti dalam keadaan standart, maka perlu dilakukan tune up motor secara berkala.
Tune up merupakan servis ringan pada mesin kendaraan yang pekerjaannya berupa pemeriksaan, penyetelan, ganti komponen, dan perawatan mesin. Pekerjaan tune up diperlukan, manakala sebuah kendaraan mengalami gangguan pada mesinnya sewaktu berjalan, seperti ada bunyi kasar, kurang tenaga, atau untuk perawatan berkala dan sebagainya.
Pekerjaan tune up harus dilakukan sesuai prosedur dari pabrik pembuatnya, baik urutan pengerjaannya, pemeriksaannya, ukuran penyetelannya dan lain – lain. Ini dimaksudkan untuk efisiensi proses kerja dan supaya hasilnya sesuai standart yang direkomendasikan oleh pabrik pembuatnya. Pekerjaan tune up sering dilakukan oleh berbagai pihak, yaitu pihak mekanik servis resmi, Astra, Toyota, Honda dan bengkel-bengkel lainya.
Dalam pekerjaan tune up yaitu diantaranya adalah :
Ø Proses kerja motor 4 langkah 4 silinder.
Ø Sistem pendinginan mesin.
Ø Sistem pelumasan mesin.
Ø Urutan pengapian / Firing order (FO).
Ø Pengtopan Kompresi.
Ø Langkah penyetelan katup.
Ø Saat waktu / derajat pengapian.
Ø Peralatan yang diperlukan.
Ø Urutan pengerjaan tune up.
Kegiatan Tune up meliputi :
a. Pemeriksaan battery
b. Pemeriksaan sistem pengaliran bahan bakar dan udara
c. Pemeriksaan sistem pendingin
d. Pemeriksaan tali kipas
e. Pemeriksaan oli mesin
f. Penyetelan celah katup
g. Pengukuran tekanan kompresi
h. Pemeriksaan sistem pengapian
i. Pemeriksaan PCV
LANGKAH KERJA ENGINE TUNE-UP
a. Pemeriksaan battery
1. Pemeriksaan tegangan battery
Batteray ialah alat elektro kimia yang dibuat untuk mensuplai listrik ke starter mesin, sistem pengapian, lampu-lampu dan komponen sistem kelistrikan lainya. Alat ini menyimpan listrik dalam bentuk energi kimia, yang dikeluarkanya bila diperlukan dan mensuplai ke asing-masing sistem kelistrikan atau alat yang memerlukanya.
tiap sel menghasilkan tegangan 2 - 2,2 V. Baterai 6 V terdiri dari 3 sel, dan baterai 12 V mempunyai 6 sel baterai yang dirangkai secara seri.
2. Memeriksa lubang ventilasi
Tiap sel baterai mempunyai lubang untuk mengisi elektrolit baterai, lubang tersebut ditutup dengan tutup baterai, pada tutup terdapat lubang ventilasi yang digunakan untuk mengalirkan uap dari elektrolit baterai.
3. Ketinggian elektrolit
Periksa ketinggian elektrolit baterai, jumlah elektrolit yang tepat yaitu antara Upper Level dengan Lower Level, pada baterai tanpa tanda permukaan pelat sel harus tertutup » 8 mm
Bila kurang jangan diisi dengan air biasa, isilah dengan air suling
4. Pemeriksaan berat jenis elektrolit
Pemeriksaan berat jenis elektrolit baterai menggunakan alat hidrometer.
Pemeriksaan berat jenis elektrolit baterai merupakan salah satu metode untuk
mengetahui kapasitas baterai. Baterai penuh mempunyai Bj 1,27-1,28, baterai
kosong Bj 1,100 -1,130. Hubungan berat
jenis dan kapasitas adalah sebagai berikut:
Hubungan berat jenis dengan kapasitas baterai
Berat jenis elektrolit berubah sebesar 0,0007 setiap perubahan 1 ºC. Spesifikasi berat jenis normal ditentukan pada 20 ºC, oleh karena itu saat pengukuran temperature elektrolit harus diamati. Rumus untuk mengkoreksi hasil pengukuran adalah:
S 20 ºC= St + 0,0007 x (t - 20)
S 20 ºC : berat jenis pada temperature 20 ºC
St : Nilai pengukuran berat jenis
t : Temperatur elektrolit saat pengukuran.
b. Pemeriksaan sistem pengaliran bahan bakar dan udara
1. Membersihkan saringan udara
membersihkan saringanudara dengan angin
kompresor listrik.
Kotoran yang terdapat di saringanudara harus benar-benar terbersihkan karena dapat menyumbat aliran udara yang masuk sebelum masuk ke karburator. Saringan udara berfungsi sebagai penyaring udara agar kotoran / debu tidak masuk ke karburator dan ruang bakar.
2. Membersihkan saringan bahan bakar
saringan bensin yang tersumbat akan
menyebabkan berkurangnya jumlah pengiriman bahan bakar ke karburator saat
dibutuhkan mesin pada kecepatan tinggi atau pada beban yang besar.
Saringan bensin yang terbumbat juga menambah hambatan pada elemen selama mesin bekarja. Bensin tidak dapat mengalir dengan lembut, karena sejumlah besar kotoran tertinggal di dalam saringan.
c. Pemeriksaan sistem pendingin
1. Pemeriksaan kwalitas air pendingin
Endapan
karat atau kotoran di sekitar tutup radiator atau lubang pengisi radiator harus
sedikit. Apabila media pendingin terlalu kotor atau banyak mengandung karat
(berwarna kuning) harus dilakukan penggantian dengan cara
sebagai berikut :
(1) Melepas tutup radiator. Pada saat membuka tutup radiator, mesin harus dalam keadaan dingin. Apabila tutup radiator dibuka dalam keadaan panas, cairan dan uap yang bertekanan akan menyembur keluar.
(2) Mengeluarkan media pendingin melalui lubang penguras dengan cara mengendorkan atau melepas baut penguras.
(3) Menutup lubang penguras, kemudian isilah dengan media pendingin berupa ethylene glycol base yang baik dan campurlah sesuai dengan petunjuk dari pabrik pembuatnya. Pendingin yang dianjurkan ialah yang mengandung ethylene glycol base lebih dari 50 % tetapi tidak lebih dari 70 %). Media pendingin tipe alcohol tidak disarankan dan harus dicampur dengan air sulingan.
(4) Memasang tutup radiator
(5) Menghidupkan mesin dan periksa kebocoran
(6) Memeriksa permukaan media pendingin dan tambahkan jika diperlukan.
2. Pemeriksaan kwantitas air pendingin
Kapasitas air pendingin dapat dilihat pada tangki cadangan (reservoir
tank). Permukaan media pendingin harus berada diantara garis LOW dan FULL dalam
keadaan mesin dingin. Apabila jumlah air pendingin kurang, periksa kebocoran
dan tambahkan media pendingin sampai garis FULL.
.
3. Kebocoran pada radiator
Pemeriksaan dan pengujian dalam sistem pendingin adalah pemeriksaan kebocoran pada sistem pendingin. Untuk memeriksa kebocoran sistem pendingin diperlukan alat yang disebut “Radiator Cap Tester“. Tekanan pembukaan standar :
0,75 – 1,05 kg/cm2 (10,7 – 14,9 psi)
Tekanan pembukaan minimum : 0,6 kg/cm2 (8,5 psi)
Untuk pemeriksaan tutup raditor sebaiknya menggunakan pembacaan maksimum sebagai tekanan pembukaan. Apabila tekanan pembukaan kurang dari minimum, maka tutup radiator perlu diganti.
d. Pemeriksaan tali kipas
Kipas pendingin terus menerus
diputarkan oleh poros engkol melalui tali kipas. Kecepatan kipas berubah sesuai
dengan kecepatan mesin dan hal tersebut belum cukup besar ketika mesin berputar
lambat. Bila mesin berputar tinggi maka kipas berputar dengan cepat dan putaran
ini menambah tahanan pada saat yang sama. Hal ini tali kipas selalu sedia untuk
memutarkan kipas pendingin sesuai dengan putaran mesin. Dari hasil pemeriksaan
tali kipas tersebut dalam keadaan tidak baik dan harus secepatnya diganti,
karena tali kipas / v-belt pecah-pecah pada sudutnya. Jika tali kipas tidak
secepatnya diganti maka tali kipas tersebut akan putus sehingga kipas, sistem
pengisian, dan yang terikat lainya akan tidak berfungsi secara normal.
e. Pemeriksaan oli mesin
periksa oli dari keadaan yang
buruk, mengandung air, berubah warna atau encer. Tinggi permukaan oli harus
berada antara tanda “L” dan “F” pada tongkat pengukur.
f. Penyetelan celah katup
Periksa untuk melihat apakah katup
rocker Farm silinder on.1 keadaan bebas atau sedang bergerak ke atas. Cocokan
tabel dibawah ini, periksa dan atau setel kerenggangan katup, menggunakan
tickness gauge (pulper). Tanda “0” menunjukan dimana katup tersebut dapat
dilakukan penyetelan.
|
No. Silinder Kondisi rocker arm |
1 |
2 |
3 |
4 |
|
Dimana kondisi rockn arm silinder No.1 bebas (piston silinder No.1 pada TMA akhir langkah kompresi). |
0 |
0 |
|
|
|
0 |
|
0 |
|
|
|
Dimana katup rockn arm silinder No.4 bebas (piston silinder No.4 pada TMA akhir langkah kompresi) |
|
|
0 |
0 |
|
|
0 |
|
0 |
Kerenggangan katup saat panas intake : 0,25±0,05 mm.
Exhaus : 0,33±0,05 mm.
Kerenggangan katup saat dingin intake : 0,20 mm.
Exhaus : 0,25 mm.
g. Pengukuran tekanan kompresi
Pengukuran tekanan kompresi dilakukan pada saak langkah kompresi yaitu piston bergerak dari TMB ke TMA, katup masuk dan katup buang tertutup, campuran bahan bakar dan udara dikompresikan dengan tekanan antara 9 Kg/cm2 -12 Kg/cm2
h. Pemeriksaan sistem pengapian
1. Pemeriksaan kabel busi
Pemeriksaan pada tahanan kabel koil serta cap distributor yaitu harus maxsimum 25 KΩ per kabel.
Bila tekan melebihi batas maxsimum periksa cap distributor, dan periksa terminal pada cap distributor.
2. Pemeriksaan / menyetel celah busi
“Catatan” pada saat penyetelan busi dilarang tangan sampai menyentuh elektroda positif busi karena dapat mengurangi daya tahan pada busi.
3. Pemeriksaan koil
· Pengukuran / pemeriksaan pada tahanan koil primer
Tahanan spesifikasi saat panas : 1,71 – 2,46 Ω
Saat dingin : 1,35 - 2,09 Ω
· Pengukuran / pemeriksaan pada tahanan koil sekunder
Tahanan spesifikasi saat panas : 8,5 – 14,5 KΩ
Saat dingin : 10,7 – 17,1 KΩ
4. Pemeriksaan waktu pengapian
pada saat pemeriksaan waktu
pengapian terminal / kabel timing light dihubungkan ke kabel busi No. 1 atau
No. 4 dengan ukuran nyala lampu timing pada saat mesin hidup dengan spesifikasi
8-15 derajat.
Sistem Pengapian konvensional
Sistem pengapian digunakan pada engine bensin, adapun fungsinya
memberikan api bertegangan tinggi ke dalam ruang bakar untuk
pembakaran. Komponen-komponen sistem pengapian antara lain :
Baterai : sebagai penyimpan arus listrik.
Kunci kontak (Switch) : Untuk memutus dan menghubungkan
arus listrik dengan sistem.
Koil : Merubah arus primer menjadi arus skunder bertegangan
Tinggi.
Distributor : Mendistribusikan/membagi arus tegangan tinggi ke
busi-busi.
Kondensator : Menyimpan arus primer saat platina menutup, dan
menyalurkan kembali saat platina membuka.
Busi : Meloncatkan api bertegangan tinggi ke dalam ruang bakar
untuk pembakaran
![]() |
5. Pemeriksaan / menyetel sudut Dwel
Devinisi sudut dwell adalah sudut yang terbentuk dari titik pertama pada saat kontak pemutus mulai menutup sampai dengan titik pada saat mulai membuka. Dengan Sudut dwell 52 derajat ± 6 derajat Saat pengapian 5 derajat sebelum TMA/idling @ maks. 900 rpm
6. Penyetelan idle
Penyetelan idel dilakukan apabila semua sistem pengapian, kompresi, timing, campuran bahan bakar dan udara atau dll sudah dalam posisi baik. Bila semua itu dalam kondisi baik maka penyetelan idle baru dilakukan. Spesifikasi penyetelan idle pada mesin kijang 5k yaitu 700 Rpm s/d 750 Rpm.
i. Pemeriksaan PCV
PCV atau Positive Crankcase Ventilation, fungsinya pada kendaraan adalah sebagai saluran pernafasan mesin. Pemeriksaan PCV ini dengan cara memutuskan selang saluran udara yang terhubung ke PCV bila ketika selang tersebut diputuskan mesinnya langsung berputar cepat maka PCV masih baik. Jilka PCV tidak sesuai dengan kinerja seperti tersebut maka PCV perlu diganti.
