Transmisi manual dan komponen-komponennya merupakan bagian dari sistem pemindah tenaga dari sebuah kendaraan, yaitu sistem yang berfungsi mengatur tingkat kecepatan dalam proses pemindahan tenaga dari sumber tenaga (mesin) ke roda kendaraan (pemakai/peng-gunaan tenaga).
KEGIATAN PERAWATAN / PERBAIKAN TRANSMISI MANUAL MELIPUTI :
1. Pembongkaran komponen transmisi
Proses pembongkaran:
a) Lepaskan terminal negative bateri, ini untuk menjaga kemungkinan terjadinya hubungan singkat saat bekerja.
b) Angkat mobil menggunakan dongkrak dan pasang jackstand tinggi pengangkatan untuk memberi ruang gerak yang leluasa bagi pekerja maupun proses pembongkaran dan pemasangan transmisi.
c) Lepaskan karet penutup tongkat/tuas/handel pemindah gigi transmisi. Lihat gambar 16 berikut ini. Dengan melepas baut pengikatnya.
d) Lepaskan handel pemindah gigi transmisi, dengan melepas baut pengikatnya dan angkat keluar. Lihat gambar 17 berikut ini.
e) Lepaskan motor starter, yaitu lepas kabel-kabelnya dan baut pengikatnya.
f) Keluarkan minyak pelumas transmisi, dengan membuka baut tap, dan siapkan bak penampung minyak pelumas. Sesudah habis, pasang kembali baut tap dan singkirkan bak penampung minyak pelumas, jangan sampai tumpah. Kalau tumpah bersihkan dulu.
g) Lepaskan sambungan keporos propeller, supaya saat pemasangan tidak keliru beri tanda sebelum dilepas. Seperti terlihat pada gambar 16.
h) Lepaskan kabel speedometer dan kabel lampu mundur dari terminalnya.
i) Lepaskan kabel kopling dari tuas pembebasnya. Lihat gambar 17.
j) Lepaskan pegangan dan klem knalpot yang berhubungan dengan transmisi.
k) Pasang dongkrak transmisi dengan baik, bila perlu ikat dengan baut atau rantai yang tersedia. Hal ini untuk menghindari transmisi jatuh saat baut pengikatnya dilepas. Perhatikan gambar 20 berikut.
l) Lepaskan mounting transmisi.
m) Kendorkan baut pengikat rumah transmisi. Perhatikan apakah transmisi tetap pada posisi datar atau tidak, bila miring seperti gambar 20, maka naikkan dongkraknya.
n) Bila transmisi sudah posisi datar dengan benar, maka lepaskan baut pengikat transmisi. Sekali lagi perhatikan posisi datar transsmisi.
o) Tarik transmisi kearah belakang mobil, sampai ujung poros pirmer transmisi lepas, dan selanjutnya turunkan pelan2 dongkrak transmisi sampai diperkirakan saat ditarik keluar dari bawah mobil tidak menyangkut.
p) Turunkan transmisi dari dongkrak.
2. Pemeriksaan komponen transmisi
a. Transmision input saf
Sebuah
poros dioperasikan dengan kopling yang memutar gigi di dalam gear box. Pemeriksaan ini dilakukan dengan
cara melihat poros input apakah poros tersebut sudah aus apa tidak, jika
terlihat poros input aus atau rusak gigi-gigi nya maka gantilah input
transmisi.
b. Output saf
pemeriksaan output shaft ada bermacam-macam yaitu pemeriksaan diameter input, kebengkokan, pencelah antara gigi tiga dengan gigi dua, serta poros gerigi-gerigi poros output.



.
c. Shift fork

d.
Shift lingkage
e. Transmision Case
pemeriksaan transmision case dilakukan dengan
cara di sesuaikan dengan keseluruhan komponen yang baik, jika transmision case
ada yang bermasalah seperti busch, dudukan baut rusak(ulir) maka gantilah
transmision case yang baru. Biasanya bila transmision case rusak penggantian
ini dilakukan secara keseluruhan.
f. Extension Housing
pemeriksaan extension housing dilakukan dengan
cara secara kesat mata dan disesuaikan dengan transmision case.
g. Bearing

h. Synchronizer ring
yaitu komponen
yang memungkinkan pemindahan gigi pada saat mesin bekerja/hidup. Pemeriksaan
ini dilakukan dengan menyesuaikan dengan clutch hub, dan apabila gerigi dalam
pada sincronizer ini aus maka gantilah sincronizer karena tidak baik untu
dipakai.
i. Transmision gear
1. Counter gar
pemeriksaan conter gear ada
beberapa cara yaitu melihat gerigi-gerigi serta gigi-gigi pada counter
gear,serta poros output shaft dan poros inut.
2. Reverse gar
pemeriksaan reverse gear dilakukan dengan cara
melihat kondisi gerigi-geriginya apakah reverse gear masih keadaan baik atau
tidak, jika tidak maka gantilah reverse gear.
3. Gigi 1
daerah yang diberi tanda anak panah.
Pemeriksaan ini dilihat dan berdasarkan cara kerjanya apakah gigi tersebut
saling berkaitan serta apakah gigi tersebut masih baik ataukah sudah aus, jika
gigi tersebut aus maka gantilah gigi percepatanya.
4. Gigi 2
daerah yang diberi tanda anak panah.
Pemeriksaan ini dilihat dan berdasarkan cara kerjanya apakah gigi tersebut
saling berkaitan serta apakah gigi tersebut masih baik ataukah sudah aus, jika
gigi tersebut aus maka gantilah gigi percepatanya.
5. Gigi 3
daerah yang diberi tanda anak panah.
Pemeriksaan ini dilihat dan berdasarkan cara kerjanya apakah gigi tersebut
saling berkaitan serta apakah gigi tersebut masih baik ataukah sudah aus, jika
gigi tersebut aus maka gantilah gigi percepatanya.
6. Gigi 4
daerah yang diberi tanda anak panah.
Pemeriksaan ini dilihat dan berdasarkan cara kerjanya apakah gigi tersebut
saling berkaitan serta apakah gigi tersebut masih baik ataukah sudah aus, jika
gigi tersebut aus maka gantilah gigi percepatanya.
j. Reverse idle gar
reverse idle gear dilakukan pemeriksaan dengan
cara melihat gerigi-geriginya dengan secara kesat mata. Bila geriginya aus maka
gantilah idle gear.
k. Komponen clutch hub slevee
hub sleeve dilakukan pemeriksaan bilamana hub
sleve tidak bekerja sesuai fungsinya. Pemeriksaan komponen ini dilakukan dengan
cara melihat keadaan geriginya, bilamana geriginya aus maka gantilah hub
sleeve.
l. Breaking Action syncrinizer ring
1. Gigi 1
Pemeriksaan aksi syncrinizer ring pada gigi 1 dilakukan dengan cara memindahkan hub sleeve ke gigi 1 dan poros input dalam keadaan berputar agar terlihat pada aksi sincronizernya. Bila sincronizer tidak berfungsi maka gantilah sincronizer yang sesuai dengan posisi gigi percepatanya serta hub sleeve.
2. Gigi 2
Pemeriksaan aksi syncrinizer ring pada gigi 2 dilakukan dengan cara memindahkan hub sleeve ke gigi 2 dan poros input dalam keadaan berputar agar terlihat pada aksi sincronizernya. Bila sincronizer tidak berfungsi maka gantilah sincronizer yang sesuai dengan posisi gigi percepatanya serta hub sleeve.
3. Gigi 3
Pemeriksaan aksi syncrinizer ring pada gigi 3 dilakukan dengan cara memindahkan hub sleeve ke gigi 3 dan poros input dalam keadaan berputar agar terlihat pada aksi sincronizernya. Bila sincronizer tidak berfungsi maka gantilah sincronizer yang sesuai dengan posisi gigi percepatanya serta hub sleeve.
4. Gigi 4
Pemeriksaan aksi syncrinizer ring pada gigi 4 dilakukan dengan cara memindahkan hub sleeve ke gigi 4 dan poros input dalam keadaan berputar agar terlihat pada aksi sincronizernya. Bila sincronizer tidak berfungsi maka gantilah sincronizer yang sesuai dengan posisi gigi percepatanya serta hub sleeve.
m. Spedometer
pemeriksaan spidomeeter dilakukan dengan
melihat keadaan gigi spidometer beserta gigi pinionnya apakah gerigi pinionnya
masih dalam keadaan baik, jika tidak atau sudah aus maka gantilah gerigi
sepidometter.
3. Perakitan transmisi
a. Pasangkan keseluruhan komponen main gear
b. Pasangkan ke transmision case.
c. Tutup tranmision case dengan tutupnya.
d. Pasangkan extension housing bila idel dan komponen lainya yang ada di daerah extension housing.
e. Pasangkan baut dan mur dan kencangkan.
4. Pengujian transmisi
Pengujian transmisi dilakukan dengan cara memindah-mindahkan gigi perseneling dan di diuji putaran input dengan putaran outputny.