Type Here to Get Search Results !

PERAWATAN PERBAIKAN UNIT KOPLING

 

Dalam pekerjaan perawatan / perbaikan unit kopling yaitu diantaranya adalah :

  1. Flywheel
  2. Kanvas kopling (clutch disk)
  3. Clutch cover
  4. Mekanisme penggerak kopling
  5. Peralatan yang digunakan
  6. Urutan pengerjaan perawatan / perbaikan sistem kopling

 

Kegiatan Perwatan / Perbaikan unit kopling meliputi :

A.     Melepas kopling dari engine

B.     Pembongkaran kopling

C.     Pemeriksaan mekanisme kopling

D.     Pemeriksaan kanvas kopling

E.      Pemeriksaan clutch cover

F.      Kondisi flywheel

G.     Perakitan kopling

H.     Penyetelan pedal kopling

                                        

LANGKAH KERJA PERBAIKAN UNIT KOPLING

 

1.      MELEPAS KOPLING DARI ENGINE

a. Lepas baut pengikat rumah kopling dari engine

b. Lepas baut pengikat transmisi pada chasis

c. Lepas rumah kopling dari engine dengan transmisi agar mudah

d. Lepas baut pengikat tutup kopling yang terikat dengan Flywheel

e. Lepaskan tutup kopling dan piringan kopling

 

 

 

2.      PEMBONGKARAN KOPLING

a.       Text Box: (1) Saat pedal ditekan
Release fork menekan release bearing, release bearing menekan diapragma spring sehingga diapragma spring mengangkat pressure plate melalui pivot ring menyebabkan plat kopling terbebas (tidak lagi terjepit di antara flywheel dan pressure plate) dan putaran motor tidak dapat diteruskan ke input shaft transmisi.


Kondisi mekanisme penggerak kopling

(2) Saat pedal dilepas
Release fork tidak menekan release bearing, release bearing tidak menekan diapragma spring sehingga diapragma spring menekan pressure plate dan pressure plate menekan clutch disc ke flywheel. Sehingga terjadi perpindahan tenaga sebagai berikut :
Motor (flywheel) > clutch cover > pivot ring > diapragma spring > pressure plate > clutch dish > spline > input shaft transmisi.
2) Plat kopling (Clutch Disc)
Plat kopling berfungsi untuk memindahkan tenaga putar dari motor ke transmisi dengan lembut tanpa terjadi selip. Jika terjadi ketidak fungian / tidak nyamanan pada saat kinerja tersebut periksalah keseluruhan sistem.

b.      Kondisi diafragma spring

Text Box: kondisi diafragma spring dilihat dari kualitas bentuk diafragma serta ukuran dengan limit 0,5 mm.

 

 

 

 

 

 

 

c.       Kondisi kanvas kopling

Pemeriksaan secara fisual, adalah dengan melihat apakah ada kotoran, luka bekas gesekan/ terbakar, tergores dan atau retak. Jika ada kotoran, luka bekas gesekan/ terbakar, tergores dan itu hanya sedikit dapat dibersihkan dengan kertas amplas yang halus. Jika kerusakannya parah, ganti kampas kopling atau ganti dengan plat kopling baru.

 

d.       Kondisi flywheel

Pemeriksaaan keausan gigi-gigi ring gear dari keausan dan kerusakan. Jika terdapat kerusakan, ganti dengan ring gear yang baru. Penggantian ring gear adalah dengan cara dipanaskan pada suhu 80 s.d. 100oC, kemudian lepaskan ring gear lama dan pasangkan ring gear baru dengan menggunakan mesin press.  Pemanasan tidak boleh melebihi 120oC karena bisa mengubah sifat logam.

Pemeriksaan run-out fly wheel. Dengan dial indikator periksalah run-out fly wheel! Bila run-out melebihi 0.2 mm, gantilah fly wheel.

 

3.      PEMERIKSAAN MEKANISME KOPLING

a.       Jumlah oli di reservoir

Pemeriksaan jumlah oli di reservoir dengan cara melihat banyak sedikitnya oli, dengan adanya tanda garis “F” dan garis “L”. Bilamana oli berada di bawah garis “F” maka tambahkanlah oli di reservoir tank tersebut sampai mencapai garis “F”.

b.      Kondisi releas fork

Berfungsi untuk meneruskan gaya dorong/ tarik dari pedal kopling untuk menekan bantalan pembebas.

Pemeriksaan ini dilihat dari bentuk dan kualitanya serta kesesuaianreleas fork dengan release bearning.

 

 

 

c.       Kondisi releas bearing

a)          Putar bearing dengan tangan dan berilah tenaga pada arah axial. Jika putaran kasar dan atau terasa ada tahanan sebaiknya ganti dengan yang baru!

b)     Tahan hub dan case dengan tangan kemudian gerakkan pada semua arah untuk memastikan self-centering system agar tidak tersangkut.  Hub dab casae harus bergerak kira-kira 1 mm. Jika kekocakan berlebihan atau macet sebaiknya diganti!

 

4.      PEMERIKSAAN KANVAS KOPLING

a.       Text Box: pemeriksaan ketebalan kopling dengan menggunakan vernier caliper pengukur kedalaman, dengan spesifikasi limit 0,5 mm.Ketebalan kanvas kopling


b.      Text Box: pemeriksaan paku keling dilakukan dengan menggunakan alat ukur yaitu vernier caliper dengan pengukur kedalaman, kedalaman paku keling dengan limit 0,3 mm.Kondisi paku keling

 

 

 

 

 

 

c.        Text Box: kondisi disc plate atau piringan kopling dilakukan secara visual, apakah plat kopling masih dalam keadaan baik atau tidak. Jika plat kopling dalam keadaan tidak baik gantilah plat koplingKondisi disc plat

.

d.      Kondisi torsion Rubber

Text Box: 	Pemeriksaan kekocakan atau kerusakan torsion ruber. Jika ditemukan kekocakan dan kerusakan pada torsion ruber, ganti dengan unit yang baru.

 

 

5.      PEMERIKSAAN CLUTCH COVER

a.       Kondisi presure plat

pemeriksaan pressure plate dilakukan dengan cara melihat kondisi dan keausan. Bilamana pressure plate koplng ini sudah aus maka gantilah clutch cover tersebut secara keseluruhan.

b.      Text Box: Clutch cover terikat pada flywheel. Ini berarti bahwa saat motor berputar clutch cover juga berputar.
Syarat utama yang harus dimiliki oleh clutch cover adalah balance (seimbang) dan mampu memindahkan panas dengan baik.
Kondisi clutch cover


c.       Text Box: Tipe Diapragma Spring ini mempunyai keuntungan :
ü Tenaga penekanan pedal kopling lebih ringan.
ü Penekanan terhadap plat kopling lebih merata.
ü Tenaga pegas tidak akan berkurang karena gaya sentrifugal saat kecepatan tinggi.
Pemeriksaan dilakukan dengan menggunakan vernier caliper dengan limit 0,5, jika kurang dari spesifikasi maka gantilah clutcj cover / diafragma spring.
Diafragma spring


 

6.      KONDISI FLYWHEEL

a.       Text Box: 	Pemeriksaan run-out fly wheel. Dengan dial indikator periksalah run-out fly wheel! Bila run-out melebihi 0.2 mm, gantilah fly wheel.Memeriksa kerataan flywheel


 

 

 

 

 

 

 

b.      Memeriksa keausan permukaan flywheel

Pemeriksaaan keausan gigi-gigi ring gear dari keausan dan kerusakan. Jika terdapat kerusakan, ganti dengan ring gear yang baru. Penggantian ring gear adalah dengan cara dipanaskan pada suhu 80 s.d. 100oC, kemudian lepaskan ring gear lama dan pasangkan ring gear baru dengan menggunakan mesin press.  Pemanasan tidak boleh melebihi 120oC karena bisa mengubah sifat logam.

 

c.       Keausan diafragma spring dengan release bearing

Text Box: periksa diafragma dengan releas bearig apakah diafragma dengan releas bearing sesuai apa tidah, jika tidak sesuai maka gantilah releas bearing yang sesuai dengan diafragma.

 

7.      PERAKITAN KOPLING

a.       Kesesuaian kanvas dengan flywheel

kesesiainan kanvas dengan fly wheel ini dilakukan dengan cara meletakan kanvas ke fly wheel apakah kanvas tersebut pas dengan fly wheel jika pas dengan garis-garis pada fly wheel berarti kanfas sesuai. Jika kanvas tidak pas dengan garis-garis fly wheel maka gantilah kanvas yang sesuai dengan fly wheel.

b.      Kesesuaian kanvas dengan presure plat

kesesiaian kanvas dengan presure plate dilakukan dengan cara meletakan kanvas ke presure plate, jika kanvas tidak sesuai dengan presure plate maka gantilah kanvas kopling dengan yang sesuai. Selain itu jika kanvas kopling sesuai dengan fly wheel dan tidak sesuai dengan presure plate maka gantilah presure plate dengan yang sesuai antara kanvas dan fly wheel.

c.       Kesesuaian diafragma spring dengan release bearing 

  kesesiaian ini dengan cara meletakan antara releas bearing denga diafragma bilamana releas bearing tidak sesuai dengan diafragma spring maka gantilah releas bearing tersebut yang sesiai dengan spring diafragma / pegas matahari.

 

 

 

 

8.      PENYETELAN PEDAL KOPLING

a.       Ketinggian pedal kopling

pemeriksaan ketinggian pedal kopling dilakukan dengan cara melepas pedal kopling dari injakan kaki, ketinggian ini dengan spesifikasi sekitar 10 cm.

b.      Pengujian kerja kopling


c.       Pemeriksaan gerak bebas pedal kopling


 

 

 

 

 

 


                   RANGKUMAN 1

1) Kopling berfungsi untuk menghubungkan dan memutuskan putaran motor ke transmisi.
2) Syarat-syarat yang harus dimiliki oleh kopling adalah :
a) Harus dapat menghubungan putaran motor ke transmisi dengan lembut.
b) Harus dapat memindahkan tenaga motor ke transmisi tanpa slip.
c) Harus dapat memutuskan hubungan dengan sempurna dan cepat.
3) Kopling terdiri dari clutch disc, pressure plate, diapragma spring, release bearing, clutch cover dan release fork.

RANGKUMAN 2 MODUL TRAINING ASTRA

1).   Sistem pengoperasian kopling adalah sebuah unit mekanisme untuk mengoperasionalkan kopling.

2).   Terdapat tiga mekanisme penggerak kopling, yaitu : mekanisme mekanik, hidrolik dan pneumatik-hidrolik.

3).   Mekanisme mekanik ada tiga jenis, yaitu : mekanik kabel, mekanik batang dan mekanik centrifugal

4).   Mekanisme penggerak kopling tipe hidrolik harus di-bleeding untuk mengeluarkan udara yang masuk ketika pipa-pipa dan atau komponen lain dilepas atau karena kebocoran sistem.

5).   Ada dua tipe master silinder kopling, yaitu girling dan portless.

Ada tiga tipe release cylinder kopling, yaitu adjustable, non adjustable dan free adjustable type

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.