Dalam pekerjaan perawatan / perbaikan unit kopling yaitu diantaranya adalah :
- Flywheel
- Kanvas kopling (clutch disk)
- Clutch cover
- Mekanisme penggerak kopling
- Peralatan yang digunakan
- Urutan pengerjaan perawatan / perbaikan sistem kopling
Kegiatan Perwatan / Perbaikan unit kopling meliputi :
A. Melepas kopling dari engine
B. Pembongkaran kopling
C. Pemeriksaan mekanisme kopling
D. Pemeriksaan kanvas kopling
E. Pemeriksaan clutch cover
F. Kondisi flywheel
G. Perakitan kopling
H. Penyetelan pedal kopling
LANGKAH KERJA PERBAIKAN UNIT KOPLING
1. MELEPAS KOPLING DARI ENGINE
a. Lepas baut pengikat rumah kopling dari engine
b. Lepas baut pengikat transmisi pada chasis
c. Lepas rumah kopling dari engine dengan transmisi agar mudah
d. Lepas baut pengikat tutup kopling yang terikat dengan Flywheel
e. Lepaskan tutup kopling dan piringan kopling
2. PEMBONGKARAN KOPLING
a.
Kondisi
mekanisme penggerak kopling
(2) Saat pedal dilepas
Release fork tidak menekan release bearing, release bearing tidak menekan
diapragma spring sehingga diapragma spring menekan pressure plate dan pressure
plate menekan clutch disc ke flywheel. Sehingga terjadi perpindahan tenaga
sebagai berikut :
Motor (flywheel) > clutch cover > pivot ring > diapragma spring >
pressure plate > clutch dish > spline > input shaft transmisi.
2) Plat kopling (Clutch Disc)
Plat kopling berfungsi untuk memindahkan tenaga putar dari motor ke transmisi
dengan lembut tanpa terjadi selip. Jika terjadi
ketidak fungian / tidak nyamanan pada saat kinerja tersebut periksalah
keseluruhan sistem.
b. Kondisi diafragma spring

c. Kondisi kanvas kopling
Pemeriksaan
secara fisual, adalah dengan melihat apakah ada kotoran, luka bekas gesekan/
terbakar, tergores dan atau retak. Jika ada kotoran, luka bekas gesekan/
terbakar, tergores dan itu hanya sedikit dapat dibersihkan dengan kertas amplas
yang halus. Jika kerusakannya parah, ganti kampas kopling atau ganti dengan plat
kopling baru.
d. Kondisi flywheel
Pemeriksaaan
keausan gigi-gigi ring gear dari keausan dan kerusakan. Jika terdapat
kerusakan, ganti dengan ring gear yang baru. Penggantian ring gear adalah
dengan cara dipanaskan pada suhu 80 s.d. 100oC, kemudian lepaskan
ring gear lama dan pasangkan ring gear baru dengan menggunakan mesin
press. Pemanasan tidak boleh melebihi
120oC karena bisa mengubah sifat logam.
Pemeriksaan
run-out fly wheel. Dengan dial indikator periksalah run-out fly wheel! Bila
run-out melebihi 0.2 mm, gantilah fly wheel.
3. PEMERIKSAAN MEKANISME KOPLING
a. Jumlah oli di reservoir
Pemeriksaan jumlah oli di reservoir dengan
cara melihat banyak sedikitnya oli, dengan adanya tanda garis “F” dan garis
“L”. Bilamana oli berada di bawah garis “F” maka tambahkanlah oli di reservoir
tank tersebut sampai mencapai garis “F”.
b. Kondisi releas fork
Berfungsi untuk
meneruskan gaya dorong/ tarik dari pedal kopling untuk menekan bantalan pembebas.
Pemeriksaan ini dilihat dari bentuk dan kualitanya serta kesesuaianreleas fork dengan release bearning.
c. Kondisi releas bearing
a) Putar bearing dengan tangan dan berilah tenaga pada arah axial. Jika putaran kasar dan atau terasa ada tahanan sebaiknya ganti dengan yang baru!
b) Tahan hub dan case dengan tangan kemudian gerakkan pada semua arah untuk memastikan self-centering system agar tidak tersangkut. Hub dab casae harus bergerak kira-kira 1 mm. Jika kekocakan berlebihan atau macet sebaiknya diganti!
4. PEMERIKSAAN KANVAS KOPLING
a.
Ketebalan
kanvas kopling
b.
Kondisi
paku keling
c.
Kondisi
disc plat
.
d. Kondisi torsion Rubber

5. PEMERIKSAAN CLUTCH COVER
a. Kondisi presure plat
pemeriksaan pressure plate dilakukan dengan
cara melihat kondisi dan keausan. Bilamana pressure plate koplng ini sudah aus
maka gantilah clutch cover tersebut secara keseluruhan.
b.
Kondisi
clutch cover
c.
Diafragma
spring
6. KONDISI FLYWHEEL
a.
Memeriksa
kerataan flywheel
b. Memeriksa keausan permukaan flywheel
Pemeriksaaan keausan gigi-gigi ring gear dari keausan dan
kerusakan. Jika terdapat kerusakan, ganti dengan ring gear yang baru.
Penggantian ring gear adalah dengan cara dipanaskan pada suhu 80 s.d. 100oC,
kemudian lepaskan ring gear lama dan pasangkan ring gear baru dengan
menggunakan mesin press. Pemanasan tidak
boleh melebihi 120oC karena bisa mengubah sifat logam.
c. Keausan diafragma spring dengan release bearing

7. PERAKITAN KOPLING
a. Kesesuaian kanvas dengan flywheel
kesesiainan
kanvas dengan fly wheel ini dilakukan dengan cara meletakan kanvas ke fly wheel
apakah kanvas tersebut pas dengan fly wheel jika pas dengan garis-garis pada
fly wheel berarti kanfas sesuai. Jika kanvas tidak pas dengan garis-garis fly
wheel maka gantilah kanvas yang sesuai dengan fly wheel.
b. Kesesuaian kanvas dengan presure plat
kesesiaian kanvas dengan presure plate
dilakukan dengan cara meletakan kanvas ke presure plate, jika kanvas tidak
sesuai dengan presure plate maka gantilah kanvas kopling dengan yang sesuai.
Selain itu jika kanvas kopling sesuai dengan fly wheel dan tidak sesuai dengan
presure plate maka gantilah presure plate dengan yang sesuai antara kanvas dan
fly wheel.
c. Kesesuaian diafragma spring dengan release bearing
kesesiaian ini dengan cara meletakan antara
releas bearing denga diafragma bilamana releas bearing tidak sesuai dengan
diafragma spring maka gantilah releas bearing tersebut yang sesiai dengan
spring diafragma / pegas matahari.
8. PENYETELAN PEDAL KOPLING
a. Ketinggian pedal kopling
pemeriksaan ketinggian pedal kopling dilakukan
dengan cara melepas pedal kopling dari injakan kaki, ketinggian ini dengan
spesifikasi sekitar 10 cm.
b. Pengujian kerja kopling
c. Pemeriksaan gerak bebas pedal kopling
RANGKUMAN 1
1) Kopling berfungsi untuk menghubungkan dan memutuskan putaran motor ke
transmisi.
2) Syarat-syarat yang harus dimiliki oleh kopling adalah :
a) Harus dapat menghubungan putaran motor ke transmisi dengan lembut.
b) Harus dapat memindahkan tenaga motor ke transmisi tanpa slip.
c) Harus dapat memutuskan hubungan dengan sempurna dan cepat.
3) Kopling terdiri dari clutch disc, pressure plate, diapragma spring, release
bearing, clutch cover dan release fork.
RANGKUMAN 2 MODUL TRAINING ASTRA
1). Sistem pengoperasian kopling adalah sebuah unit mekanisme untuk mengoperasionalkan kopling.
2). Terdapat tiga mekanisme penggerak kopling, yaitu : mekanisme mekanik, hidrolik dan pneumatik-hidrolik.
3). Mekanisme mekanik ada tiga jenis, yaitu : mekanik kabel, mekanik batang dan mekanik centrifugal
4). Mekanisme penggerak kopling tipe hidrolik harus di-bleeding untuk mengeluarkan udara yang masuk ketika pipa-pipa dan atau komponen lain dilepas atau karena kebocoran sistem.
5). Ada dua tipe master silinder kopling, yaitu girling dan portless.
Ada tiga tipe release cylinder kopling, yaitu adjustable, non adjustable dan free adjustable type